Seketika air mataqu berlinang
ketika aq melihat pria tua renta yang usianya tak jauh berbeda dengan ayahqu
aq pandanggi dia dengan seksama
aq perhatikan tingkah gerak geriknya
Dengan senyum tersungging dia memandangqu
ingin rasanya qu menangis dan berlari
tapi aq hanya bisa terdiam dan terpaku
dan mencoba menahan ledakan perasaan
Pandangan itu yang qu rindukan
senyuman hangat itu yang ku inginkan
tawa dan canda yang khas darinya
Sekarang tinggal kenangan yang membekas
walau aq tak pernah dan memang tak akan bisa memenuhi janji dihati
dia adalah sebuah panutan bagiqu
terima kasih ayah
ajaranmu akan selalu membekas dihatiqu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar